Cara mengidentifikasi fosil polen dan spora

Bagaimana cara mengidentifikasi fosil polen dan spora yang dilakukan setelah proses preparasi sampel selesai dilakukan.  Kegiatan tersebut dilakukan menggunakan mikroskop transmisi atau sering disebut juga mikroskop biologi.  Pada dasarnya prosesnya sama dengan pengamatan fosil foraminifera atau nannoplangton, analisis harus bisa menentukan suatu spesies dari fosil yang sedang diamati.  Deskripsi didasarkan pada bentuk, ukuran, tipe apertur dan ornamentasi dari polen atau spora.

Pemula biasanya melakukan deskripsi dan identifikasi dengan mencocokan fosil yang didapat dengan gambar referensi yang ada.  Cara ini tidak salah tapi banyak kekurangan dan kesulitan yang akan didapat jika kita menggunakan cara pencocokan gambar saja.  Dengan cara mengidentifikasi kita harus menemukan bentuk yang benar-benar sama dengan gambar tentu saja hal ini sangat susah dilakukan karena pada kenyataannya fosil yang ada tidak selalu ideal seperti yang ada pada gambar referensi.  Polen dan spora yang kita lihat dibawah mikroskop bisa terlipat, tertutup material organik lain dan pecah sehingga cuma terlihat potongan kecil saja.

Cara mengidentifikasi polen dan spora yang benar dan tepat adalah kita mulai belajar dari parameter apa saja yang dipakai kemudian istilah atau penamaan khusus seperti yang tercantum dalam referensi.  Memang biasanya penuh dengan kata-kata ilmiah yang akan membuat kita bingung tapi setelah kita tahu apa dimaksud dengan istilah itu, maka kita dapat dengan mudah membuat istilah yang lebih mudah kita pahami sendiri.  Bentuk dari polen misalnya ada istilah prolate, oblate, circular dan masih banyak lagi, setelah kita singkat untuk mempermudah untuk mengingatnya saja dengan bentuk lonjong, bulat, lingkaran ataupun segitiga (khususnya pada spora yang paling banyak bentuk ini).

Identifikasi ukuran fosil polen dan spora dapat kita permudah dengan pembagian ukurannya misalnya kecil kemudian sedang atau medium dan yang paling terakhir adalah besar.  Pengalaman penulis dengan membuat patokan tersebut membuat lebih mudah dalam mengidentifikasi fosil beradasarkan ketiga parameter tersebut.  Cara pembagian tersebut dilakukan dengan pertama kali kita harus hapal dengan salah satu fosil yang ukurannya kita jadikan patokan, dengan begitu kita bisa dengan mudah menentukan apakah fosil yang kita tidak ketahui itu lebih besar atau lebih kecil dari fosil patokan kita.  Kegunaannya adalah mempermudah kita dalam mencocokkan dengan deskripsi yang ada di referensi.

Hal yang paling susah dalam mengidentifikasi fosil polen dan spora adalah parameter ornamentasi, karena biasanya inilah yang menjadi pembeda utama untuk penentuan spesiesnya.  Ornamentasi polen dan spora sangat banyak macamnya seperti yang jelaskan didepan dapat kita permudah dengan bentuk runcing, bulat, jaring atau dengan kata lain yang mempermudah kita dalam mengidentifikasi polen dan spora.  Istilah ornamentasi reticulate misalnya dapat kita ganti dengan bentuk jaring-jaring rapat atau bentuk echinate pada Spinizonocolpites echinatus yang bentuk ornamentasinya runcing.

Akhirnya cara mengidentifikasi polen dan spora ataupun mikrofosil apa saja akan lebih mudah ketika kita sudah membaca dahulu dan tau apa yang dimaksud istilah tersebut dibandingkan dengan cuma membandingkan gambar saja, dengan kita terbiasa identifikasi yang benar ketika kita hanya menemukan potongan atau pecahan fosil pun kita dapat menentukan spesies tersebut dengan yakin.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*