Preparasi palinologi atau polen sebuah seni dalam melatih kesabaran

Preparasi palinologi sangat berbeda dengan preparasi untuk mikrofosil lainnya.  Untuk mendapatkan hasil slide polen yang bagus untuk analisis palinologi melalui tahapan yang panjang dengan menggunakan alat serta bahan kimia yang berupa asam kuat yang berbahaya bagi kita.  Dibanding dengan proses preparasi nannofosil dan foraminifera, preparasi polen membutuhkan alat dan bahan yang lebih banyak, dalam hal ini berakibat mahalnya investasi untuk laboratorium palinologi.  Karena menggunakan bahan kimia yang berbahaya maka prosedur keselamatan sangat mutlat diperhatikan.

Keperluan keselamatan yang harus dipenuhi  antara lain pakaian kerja, lemari asam dan tempat pembuangan bahan kimia.  Pakaian kerja harus dilengkapi dengan jas laboratorium, celemek karet, kacamata plastik, masker dan sarung tangan karet.  Harus diingat karena dalam pekerjaan ini kita menggunakan asam dan basa kuat dan juga alat laboratorium lain yang dapat membahayakan.  Memakai sandal biasa sangat dilarang dalam hal ini.  Semua reaksi kimia yang dilakukan dalam preparasi polen harus dilakukan dalam lemari asam dengan blower untuk mengeluarkan uap  atau gas yang timbul dari rekasi kimia tersebut.

Untuk pembuangan sisa bahan kimia harus dilakukan dalam ember atau jerigen tersendiri sebelum diabawa ke tempat pengolahan limbah cair.  Busa dapat dikendalikan dengan menyemprotkan reaksi dengan 95 % EtOH ( etanol ) atau TBA ( butil tersier alkohol).  Harus selalu menyelesaikan reaksi dalam ember pembuangan dengan menambah lebih banyak soda abu sampai benar-benar netral atau sedikit basa yang diuji menggunakan kertas pH.

Teknik preparasi untuk polen dan spora (preparasi palinologi)
Pertama adalah memilih sampel batuan sedimen segar (lempung, serpih atau batupasir halus) yang cocok untuk palinologi baik dari serbok bor atau sampel lapangan, batuan dikupas dengan pisau/palu untuk menghilangkan bagian yang lapuk.  Batuan sedimen kemudian ditumbuk sampai berukuran halus (± 5 mm) dan dimasukkan dalam wadah polipropilen/plastik.

Sampel diproses dengan menggunakan asam klorida/HCl 40 % selama 6 jam dalam lemari asam kemudian dinetralkan dengan menggunakan akuades.  Reaksi ini bertujuan untuk menghilangkan karbonat dalam sedimen.  Tahap selanjutnya adalah memasukan hidrogen florida (HF) 40 % untuk menghilangkan silika, proses ini dilakukan selama 24 jam.  Cara yang lain dengan menggunakan pamanas dengan wadah alumunium yang sudah diisi dengan air dan dipanaskan selama 6 jam, wadah polipropilen diletakkan pada wadah berisi air yang dipanaskan kemudian dinetralkan dengan akuades.  Reaksi menggunakan HF ini menghasilkan kalsium florida atau CaF2 yang berwarna putih berbentuk kristal.  Untuk menghilangkan kristal CaF2 dilakukan dengan menambahkan HCl yang dipanaskan seperti pemanasan pada reaksi dengan HF selama 6 jam atau sampai kristal hilang kemudian dinetralkan.

Setelah proses ini kita dapat melihat di bawah mikroskop apakah sudah ada polen atau spora yang dihasilkan dalam proses preparasi.  Hasil preparasi setelah HCl yang kedua biasa disebut dengan material kerogen yang kemudian kita mountingtempelkan dengan menggunakan kaca preparat.  Kerogen yang dihasilkan dibagi menjadi 2 dan dimasukkan dalam wadah tertutup.  Sebagian material kerogen masih dalam wadah polipropilen dilanjutkan dengan proses oksidasi dengan menggunakan asam nitrat (HNO3) selama 3-5 menit dalam wadah pemanas dan kemudian dinetralkan dengan menggunakan sentrifuge untuk mengurangi terbuangnya sampel preparasi.  Oksidasi yang dilakukan bertujuan untuk menghilangkan material organik lain selain polen danspora yang kita butuhkan.  Proses berikutnya adalah reaksi dengan menggunakan KOH selama 3-5 menit dan dinetralkan dengan sentrifuge.

Setelah proses KOH panas kita lanjutkan dengan menyaring sampel dengan menggunakan saringan nilon 5 nm untuk menghilangkan mineral lempung yang masih ada dan menghasilkan polen dan spora yang bersih.  Tahap terakhir dari preparasi ini adalah proses mounting pada kaca preparat dengan menggunakan canada balsam atau entelan.

Catatan penting dalam proses preparasi palinologi ini adalah semua proses yang mengggunakan bahan kimia asam kuat atau basa kuat dilakukan didalam lemari asam dengan memperhatikan prosedur keselamatan kerja yang ada.  Yang kedua adalah semua proses reaksi kimia harus diakhiri dengan penetralan dengan menggunakan akuades sebelum dilanjutkan ke proses selanjutnya.

Sebuah proses yang panjang yang penuh kesabaran dan kehati-hatian terbayar dengan kita melihat hasil polen dan spora dibawah mikroskop.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*