Lingkungan pengendapan delta

Delta dapat didefinisikan sebagai penonjolan pantai tersendiri yang terbentuk pada titik di mana sungai memasuki laut atau badan air lainnya hal tersebut terbentuk dikarenakan adanya sedimen yang dibawa oleh sungai tersedimentasi keluar sebagai badan pantai ke danau atau laut. Sebaliknya, estuarin adalah muara sungai di mana ada campuran air tawar dan air laut dengan akumulasi sedimen dalam batas-batas muara , tetapi tanpa membangun badan pantai keluar ke laut. Klasifikasi delta berdasarkan besar butir dan mekanisme masukan sedimen adalah fluvial (sungai) dominated delta, tide (tidal) dominated delta dan wave dominated delta.

Flora dan fauna yang khas dari lingkungan daratan, seperti pertumbuhan tanaman dan perkembangan sedimen, ditemukan dalam jarak pendek dari hewan yang ditemukan secara eksklusif dalam kondisi laut. Ini merupakan asosiasi spasial karakteristik terlihat pada yang modern delta terjadi sebagai asosiasi fasies dalam rekaman stratigrafi.

Daerah delta menurut Morley (1997) dapat dibagi menjadi daerah alluvial dengan tipe sub lingkungan antara lain sungai meander dan dataran banjir (flood plain) dengan tumbuhan dari kominitas rawa air tawar. Rawa sungai (alluvial swamp) dengan ciri tumbuhan dari asosiasi riparian (tumbuhan yang hidup di dekat/tepi sungai)dan rawa air tawar (freshwater) dan sungai yang tidak terpengaruh pasang surut (non tidal channels) yang merupakan bagian kecil dari komunitas hutan rawa gambut (minor peat swamp).

Setelahnya adalah daerah delta bagian atas (Upper deltaic plain) dengan tipe sub lingkungan berupa meander, peat swamp, sungai air tawar dengan sedikit pengaruh dari pasang surut dan rawa sungai daerah ini dicirikan oleh asosiasi hutan rawa gambut (peat swamp forest), riparian, sedikit kumpulan mangrove/backmangrove dan perkembangan dari asosiasi komunitas tumbuhan rawa sungai.

Delta bagian bawah yang sering dikenal dengan Lower deltaic plain mempunyai tipe sub lingkungan antara lain adalah rawa mangrove, daerah pasang surut (brackish tidal), channels, tidal flat dan estuarin kecil daerah ini dicirikan oleh kumpulan asosiasi dari hutan mangrove ataupun backmangrove.

Delta front merupakan ujung delta yang selalu terkena pasang surut dengan tipe sub lingkungan berupa tidal flats, mouth of distributaries dan estuarin, daerah yang selalu terendam air (subaquaous environment) dan laguna daerah ini dicirikan oleh tidak adanya tumbuhan berjaringan.

Beberapa peneliti memberikan pengertian yang lain yang didasarkan oleh pengaruh dari lingkungan laut (marin) pembagian tersebut adalah alluvial, upper deltaic plain disebut dengan supralitoral. Daerah lower deltaic plain disebut dengan daerah litoral dan lingkungan delta front disebut dengan inner sublitoral.

Palinologi di lingkungan delta merupakan suatu kumpulan yang khas yang dicirikan oleh kehadiran dari kelompok mangrove dan backmangrove sebagai penciri utama delta. Pada daerah delta polen atau spora sangat banyak ditemukan baik jenis keragamannya dan kelimpahannya (jumlahnya) sehingga sangat ideal untuk dilakukan analisis palinologi untuk menentukan umur sedimen dan lingkungan pengendapan delta. Lingkungan deltaik yang khas juga memberikan pengaruh bagi mikrofosil lain yang sedikitnya bisa digabungkan dengan analisis palinologi. Foraminifera yang berkembang adalah foraminifera bentonik dengan sedikit foraminifera planktonik pada daerah delta front. Nanofosil juga seringkali masih dapat ditemukan pada lingkungan ini sehingga dapat digabungkan analisis palinologi dan foraminifera.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*