Nannoplankton (Nannofossil)

Kalkareus nannoplankton atau ada juga peneliti yang menyebut sebagai nannofosil merupakan salah satu mikrofosil yang penting dalam studi biostratigrafi, ini merupakan sisa-sisa dari coccolithophore.  Coccolithophore adalah organisme bersel satu dan eukariotik fitoplankton (alga) yang hidup di laut.  Mereka adalah tumbuhan yang sangat membutuhkan sinar matahari untuk berfotosintesis sehingga merupakan organisme yang hiduip terapung di dekat permukaan (planktonik).   Organisme ini merupakan salah satu produsen/sumber makanan dalam rantai makanan di laut.

Alga ini membuat plat kalsit yang melingkupi tubuh sel alga (coccolith) yang akan dilepaskan dan akan jatuh ke dasar laut.  Komponen utama dari coccoliths berupa kalsium karbonat, karena sifatnya yang transparan, sehingga kegiatan fotosintesis nannoplankton ini tidak akan terganggu oleh proses enkapsulasi dan membentuk exoskeleton.  Fungsi dari exoskeleton dapat membantu proses fotosintesis, sebagai pelindung dari faktor lingkungan dan kemungkinan menambah berat sehingga alga dapat turun ke bawah yang mempunyai lebih banyak nutrisi.

Kalkareus nannofossil merupakan indikator umur sedimen yang paling tepat untuk batuan  sedimen laut mulai dari umur Jura (205 juta tahun) sampai dengan resen karena evolusi yang cepat dan distribusi geografis yang luas.  Kemunculan awal/FAD dan kemunculan akhir/LAD untuk spesies nannofosil biasanya terjadi pada horison yang sama secara global dan akurasi dari umur sedimennya kurang lebih bisa sampai satu juta tahun.  Dalam oceanografi dapat juga digunakan sebagai penentu suhu lingkungan dan arus laut purba.

Seperti namanya kalkareus nannofossils berukuran kecil, umumnya kurang dari 30 mikron dan biasanya antara 5 dan 10 mikron (individu coccoliths). Nannofossil ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari nannofossil meliputi:

  • Pengawetan yang baik, karena berukuran kecil sehingga tidak terlalu terpengaruh pada proses mekanik sedimentasi.
  • Penyebaran geografis yang luas, hidup pada zona fotik di hampir semua lingkungan laut.
  • Jumlah yang sangat banyak nannofossil dapat ditemukan dalam batuan sedimen yang sedikit.

Kekurangan dari nannofossi adalah :

  • Sangat terpengaruh oleh faktor CCD (Carbonat Compensation Depth) sehingga tidak terawetkan dalam baik di laut lebih dalam..
  • Karena berukuran sangat kecil sangat mudah untuk terjadi kontaminasi dalam preparasi nannofossil.

Teknik preparasi paling mudah untuk nannoplankton/nannofossil menggunakan teknik smear, caranya adalah kerok dengan pisau bagian yang segar/dalam dari sampel batuan pada kaca preparat kemudian ditetesi dengan air.  Setelah itu diratakan dengan menggunakan tususk gigi sampai merata, diusahakan agar tidak terlalu tebal karena akan mengganggu dalam proses identifikasi dibawah mikroskop. Setelah merata keringkan kaca preparat diatas pemanas sampai kering dan ditutup dengan kaca penutup (cover glass) dengan menggunakan canada balsam atau entellan.  Proses terakhir adalah pelabelan sampel.  Pada proses preparasi ini yang wajib diperhatikan adalah proses kontaminasi dari sampel batuan, usahakan cuci alat-alat yang digunakan setiap selesai preparasi satu sampel telah dilakukan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*