Fosil penciri lingkungan mangrove

Kali ini penulis membahas jenis-jenis fosil polen dan spora yang biasanya ditemukan pada lingkungan mangrove. Seperti yang kita ketahui lingkungan mangrove mempunyai ciri yang khas yang berpengaruh terhadap tumbuhan yang hidup di lingkungan mangrove tersebut. Unutik penentuan lingkungan pengendapan atau paleoenvironment dengan menggunakan analisis data palynology harus memperhatikan kumpulan dan asosiasi fosil yang ada bukan hanya memperhatikan spesies yang menjadi kunci penentu lingkungan.

Rhizopora sp Zonocostites ramonae

Rekaman fosil di daerah Kalimantan didapatkan spesies ini absent pada sedimen berumur Kapur dan Paleogen. Kemungkinan spesies ini mulai muncul pada sedimen Eosen tetapi karena preservasi yang buruk belum dapat didapatkan bukti yang akurat. Zonocostites ramonae ini terekam secara jelas pada sedimen berumur Oligosen meski dalam kelimpahan yang sedikit, dan mulai berkembang melimpah pada Miosen – Pliosen sebagai penciri lingkungan transisi.

Deskripsi morfologi Zonocostites ramonae

Tricolporate, prolate-spheroidal, pandangan ekuatorial semiangular, apertur transversal paralel, pore memberi gambaran memanjang seperti garis di daerah ekuatorial, ornamentasi retikulate halus, ukuran 16-19 µ.

Nypa fructitans (Spinizonocolpites echinatus)
Sejenis palma yang tumbuh berumpun dan dapat mencapai tinggi 5 m.  Genus ini sekarang hanya terbatas di daerah Indo-Malaya saja, kemungkinan mulai melimpah pada Paleosen – Eosen. Nenek moyang tumbuhan ini diperkirakan mulai muncul pada Akhir Kapur (Spinizonocolpites baculatus).

Deskripsi morfologi Spinizonocolpites echinatus

Monocolpate, subspheroidal, sulcus panjang, ornamentasi echinate, 33 µ.

Soneratiaceae

Tumbuhan pioner di dearah mangrove yang tidak tertalu tahan air tawar dalam waktu lama, pohon dapat mencapai tinggi 15 m dan tumbuh tersebar, berakar nafas yang muncul di permukaan tanah.

Sonneratia alba (Florschuetzia meridionalis)

Deskripsi morfologi Florschuetzia meridionalis

Triporate, pore sirkular, prolate, pada bagian atas dan bawah mempunyai cap psilate, ornamentasi scabrate, dengan ciri utama adanya meridional ridge dengan kolumela jelas, 30-60 µ.

Sonneratia caseolaris (Florschuetzia levipoli)

Deskripsi morfologi Florschuetzia levipoli
Triporate, pore sirkular, prolate, pada bagian atas dan bawah terdapat cap, tidak ada meridional ridge, kolumela tidak jelas, 30-60 µ.

Florschuetzia trilobata

20120719_093654Deskripsi morfologi Florschuetzia meridionalis

Triporate, pore sirkular, lobate pada pandangan polar, ornamentasi psilate, 25-35 µ, meruncing pada ujung kutubnya, tektum menerus. Kemunculan awal diperkirakan di Eocen Akhir dan kemuncual akhir pada Miosen Tengah.

Avicenia spp (Verbenaceae)

Deskripsi morfologi Avicenia spp.

Di indonesia terkenal dengan pohon api-api.  Pohon tegak sampai ketinggian 30 m dengan perakaran horizontal, biasanya sebagai tumbuhan perintis pada daerah pantai transisi yang terlindung.
Tricolporate, subprolate sampai spheroidal, apertur transversal paralel, ornamentasi retikulate, ukuran 27 µ.

Acrostichum aureum

Spesies ini merupakan tumbuhan paku penghasil spora yang hidup di lingkungan mangrove.  tumbuhan ini berupa terna yang hidup di daerah terbuka dan biasanya sebagai penanda lingkungan mangrove yang telah mengalami kerusakan ekosistem.

Deskripsi morfologi Acrostichum aureum

Bentuk semiangular pada pandangan polar, apertur trilete dengan panjang aperturnya tidak sampai tepi, ornamentasi psilate, ukuran 75 µ, cingulum tipis.

Lumnitzera sp

Pohon tumbuh tersebar dapat mencapai tinggi 25 m, kondisi substrat berlumpur dan tahan pada pasokan air tawar yang kuat.

Deskripsi morfologi Lumnitzera sp

Polen tricolporate, bentuk prolate spheroidal-prolate, seksin lebih tipis dibanding neksin dan ormanentasi permukaan psilate.

Pengaruh dari lingkungan marine yang masuk ke dalam mangrove juga membawa serta Dynoflagellate cyst dan Foraminifera Bentonik yang terbawa arus dan tersedimentasi bersama pollen dan spora lingkungan mangrove.  Dengan gambaran ini diharapkan dalam interpretasi lingkungan pengendapan mangrove harus memperhatikan kelompok takson diatas agar interpretasi paleoenviroment manjadi tepat sasaran.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*