palynofacies

Hasil analisis palynology terkadang tidak cukup memberikan gambaran yang lebih jelas terhadap suatu lingkungan pengendapan. Hal itu dikarenakan polen dan spora yang sifatnya transported. Disini analisis palynofasies dapat memberikan bantuan pada analisis palynology tradisional. Konsep palynofacies terkini dalam berbagai jalan hampir sama dengan facies organik, yang menggambarkan kondisi kasar geokimia organik sedimen.

Meskipun begitu, hasil pengamatan pada partikel organik pada sedimen, analisis palynofacies memberikan parameter yang lebih banyak daripada data kasar geokimia dan bisa memberikan interpretasi perubahan lingkungan sedimen berdasarkan parameter data yang lebih banyak. Data palynofacies jua memberikan informasi langsung pada sumber biologi dan kumpulan partikel organik lainnya, sehingga analisis palynofacies dapat digunakan sebagai alat bantu interpretasi petroleum geology, lingkungan pengendapan dan paleoseanografi.

Penentuan lingkungan pengendapan dari palynofacies diketahui dari tipe bentuk dasar, proporsi relatif, ukuran, warna, bentuk, kondisi pengawetan dari komponen kerogen dan jenis batuan sedimen yang ada. Penelitian yang dilakukan oleh Pucknall dan Beggs dengan menggunakan data palynofacies di cekungan Waikato dan Takanaki, Selandia Baru memberikan interpretasi yang mudah dipahami. Tapi sebagai catatan hasil analisis ini masih harus di teliti lebih jauh dibandingkan dengan penelitian menggunakan dsitribusi kerogen pada masa kini (resen).

Fluvial channel . Kelimpahan dan keragaman pollen dan spora yang rendah, pada umumnya pengawetan bahan organik bervariasi, sisa jaringan tumbuhan dan partikel black opaque cukup banyak, sisa jaringan berwarna gelap dan berukuran kecil-kecil. Diantara palynomorph jumlah spora lebih banyak daripada pollen. Karakteristik dari keseluruhan komponen kerogen pada palynofacies ini mnggambarkan pemilihan yang buruk dan kerusakan pada lingkungan dengan energi tinggi. Litologi pada lingkungan ini berupa batupasir non kalkareus.

Floodplain. Kelimpahan dan keragaman pollen dan spora tinggi, secara umum bahan organik seperti jaringan tumbuhan bahkan kutikula daun melimpah dan mengalami pengawetan yang baik. Asosiasi litologi berupa batulempung carbonan dan lanau yang berpartikel halus memberikan gambaran lingkungan dengan energi rendah dan merupakan transisi antara lingkungan fluvial dengan paralik.

Peatswamp. Jumlah pollen dan spora yang melimpah dengan keragaman yang bervariasi manjadi ciri palynomorph di lingkungan ini, terkadang ditemukan pollen spora yang melimpah dari tumbuhan yang hidupnya di rawa-rawa. Jaringan tumbuhan melimpah yang terkadang menunjukkan degradasi amorf pada jaringan. Black opaque dan fungal terkadang melimpah. Litologi dapat berupa batubara, kehadiran dynoflagellate cyst pada batubara mengindikasikan pembentukan peat yang bersetting di backbarrier.

Lacustrine.  Pollen dan spora yang ditemukan sedikit dengan jumlah spora yang lebih banyak. Pengawetan bahan organik bervariasi.  Botryococcus cukup banyak.  Bahan organik amorf cukup banyak dan hampir semua terdegradasi.  Litologi berupa batulempung.

Lagoon.  Kelimpahan dari pollen, spora dan dynoflagellate cyst yang cukup banyak dengan pengawetan yang bervariasi.  Kehadiran dari Botryococcus, adanya black opaque yang allocthonous.  Sisa jaringan tumbuhan dan bahan amorf cukup banyak.  Litologi berupa batulempung dengan kandungan karbonan.

Marginal marine.  Kelimpahan dari pollen, spora dan dynoflagellate cyst yang sedikit.  Sisa jaringan tumbuhan ditemukan cukup banyak, terkadang ditemukan pollen dan spora indikator lingkungan mangrove.  Litologi dapat berupa lanau dan batupasir.

Estuarine.  Pollen dan spora ditemukan dalam kelimpahan yang cukup banyak terutama yang menjadi indikator lingkungan mangrove, terkadang ditemukan sedikit dynoflagellate cyst.  Sisa jaringan tumbuhan yang masih terlihat struktur dalamnya didapatkan dalam jumlah cukup banyak dengan variasi pengawetan yang berbeda beda.  Litologi berupa batulempung dan lanau.

Neritic shore.  Fragmen ukuran kecil dari jaringan tak berstruktur dan inertinite cukup banyak ditemukan.  Kelimpahan pollen, spora dan dynoflagellate cyst yang sedikit dengan pengawetan yang buruk.  Keragaman spora terkadang lebih besar daripada pollen.  Litologi lingkungan ini berupa batupasir.

Inner shelf.  Kehadiran dari dynoflagellate cyst yang melimpah dengan pengawetan yang baik.  Kehadiran pollen dan spora yang sedikit dengan pengawetan yang buruk.  Bahan organik amorf dengan berbagai variasi cukup banyak didapatkan di lingkungan ini.  Litologi berupa lanau dan batupasir

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*