Penentuan paleoenvironment

Batuan sedimen terakumulasi dalam berbagai setting pengendapan yang dapat didefinisikan secara geomorfologi mereka , seperti sungai, danau, pantai, laut dangkal, dan sebagainya. Sifat fisik, kimia dan proses biologi yang membentuknya dan ciri lingkungan pengendapan yang pelajari pada studi geografi fisik dan ekologi.  Proses-proses yang sama yang menentukan ciri sedimen yang terendapkan dari setting lingkungannya. Peran penting dari sedimentologi adalah interpretasi transportasi dan proses pengendapan batuan sedimen kemudian menentukan lingkungan di mana mereka diendapkan.

Interpretasi lingkungan pengendapan/paleoenvironment ditentukan oleh beberapa faktor yang saling mempengaruhi, dan akan memberikan hasil interpretasi yang lebih tepat jika kita menggabungkan seluruh data yang dapat dipakai untuk menentukan lingkungan pengendapan. Data-data yang dipakai dalam penentuan lingkungan pengendapan antara lain adalah litologi, struktur sedimen, sifat kimia (penanda isotop), trace fosil, makrofosil, mikrofosil.

Istilah ‘ facies ‘ secara luas digunakan dalam geologi, khususnya dalam sedimentologi di mana sedimen facies mengacu pada jumlah dari ciri-ciri atau karakteristik unit sedimen. Jumlah ini merupakan gabungan berbagai data yang diintegrasikan dan diinterpretasikan sebagai satu kesatuan fasies pengendapan, karakteristik ini termasuk dimensi, struktur sedimen ,ukuran butir dan jenis, warna dan konten biogenik dari batuan sedimen.

Jika deskripsi terbatas pada karakteristik fisik dan kimia batuan hal ini yang disebut sebagai lithofacies, tapi dalam kasus di mana pengamatan berkonsentrasi pada fosil flora dan faunanya disebut sebagai deskripsi biofacies.

Lithofacies ditentukan oleh proses fisika dan kimia selama transportasi dan sedimentasi/pengendapan batuan sedangkan biofacies dan ichnofacies memberikan informasi tentang paleoekologi selama dan setelah proses sedimentasi.  Interpretasi kondisi kimia, fisika dan ekologi selama pengendapan sedimen memungkinkan kita merekonstruksi paleoenvironment atau lingkungan pengendapan.  Lingkungan pengendapan di darat bisa berupa alluvial dan fluvial plain, lakustrine, sedangkan untuk lingkungan transisi antara lain bisa berupa delta, estuarine dan laguna.  Lingkungan pengendapan laut bisa berupa lingkungan karbonat dangkal dan laut dalam yang berupa submarine fan.

Perbedaan istilah dalam penyebutan berbagai macam lingkungan pengendapan dikarenakan adanya perbedaan parameter yang dilihat.  Misalnya ketika parameter yang dilihat berupa fosil maka istilah lingkungan pengendapan yang dipakai berkaitan dengan tempat hidup dan terendapkannya fosil tersebut, maka dari itu dalam penentuan lingkungan pengendapan yang tepat adalah mencoba melihat semua parameter dan mengambil kesimpulan dari semua data yang ada.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*