Palynology dan Palynofacies

Palynology berfokus pada pollen dan spora yang terdapat dalam slide preparat palynology. Tapi sebenarnya terkadang lebih banyak materi organik yang bukan termasuk dalam pollen dan spora, terkadang malah sama sekali tidak ditemukan pollen atau spora. Kemudian palynologist mulai berfikir apa yang tercermin dari material organik selain pollen dan spora, apa saja material organik yang itu, bagaimana polanya dan mungkin bagaimana hubungannya dengan lingkungan pengendapan sedimen.

silde1

Penelitian palynology secara umum (tradisional) hanya terfokus pada identifikasi fosil (sporomorf) untuk mendapatkan informasi tentang umur dan lingkungan pengendapan dari sedimen sehingga komponen material organik yang biasanya dihancurkan dengan oksidasi untuk mendapatkan kumpulan fosil polen dan spora yang lebih banyak kurang mendapat perhatian. Penelitian komposisi dari material organik juga merupakan hal yang penting dalam rekonstruksi lingkungan pengendapan, karena dengan berkembangnya konsep palinofasies, identifikasi dari material organik yang berbeda dalam residu preparasi standar palinologi dan karakteristik umum dari komponen material organik pertolongan yang penting dalam mengidentifikasi lingkungan pengendapan apalagi dengan jarang/tidak ditemukannya fosil polen dan spora dalam sedimen.

Konsep palynofacies pertama kali diperkenalkan oleh Combaz tahun 1964 yang merupakan studi palinologi dari keseluruhan material organik dalam sedimen yang matrik sedimennya dihilangkan dengan asam klorida (HCl) dan asam florida (HF) atau mengikuti preparasi standar palinologi.

Peneliti bernama Tyson menyatakan palynofacies merupakan suatu tubuh sedimen yang berisi kumpulan dari bahan organik palinologi yang berbeda-beda yang mnggambarkan kondisi suatu set lingkungan pengendapan yang spesifik atau terasosiasi dengan kisaran karakteristik pembentuk hidrokarbon. Analisis palynofacies meliputi keseluruhan aspek kumpulan material organik: identifikasi dari ciri komponen material organik, perkiraan dari proporsi mutlak dan relatifnya, ukuran dan kondisi pengawetannya.

Batten dan Stead menyatakan sumber dari material sedimen organik sangat bervariasi, antara lain berasal tumbuhan yang hidup di darat, asosiasi bentuk kehidupan seperti jamur dan kulit hewan, tumbuhan air dan alga terutama dalam bentuk amorf dan yang mempunyai ketahanan yang kuat seperti fitoplankton yang terfosilkan. Proses fisik dan kimia yang terjadi pada waktu sebelum dan sesudah deposisi akan memberikan empat jenis material organik yang terdapat dalam sedimen yaitu:

  • Komponen dari spora, butiran polen, tubuh alga dan berbagai mikrofosil dengan  morfologi yang berbeda-beda.
  • Material dengan struktur seperti sisa jaringan kayu.
  • Material organik yang tak berstruktur atau bentuk amorf.
  • Komponen larutan yang dapat di ekstraksi dengan pelarut organik dimana dalam geokimia disebut dengan “biological marker” atau “biomarker

Jadi Palynology hanya berfokus pada pollen, spora, algae, fungal, dynoflagellate cyst sedangkan Palynofacies menggunakan keseluruhan material organik yang ada di silde preparat palynology.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*