Apa yang perlu diketahui dengan pollen dan spora

Apa yang disebut dengan polen dan apa bedanya dengan spora. Pollen dan spora dapat kita ibaratkan sel sperma pada manusia. Polen dan spora berada pada suatu kantong pada bunga yang biasanya tersusun tetrad (4 butir terkumpul menjadi satu). Pada proses penyebarannya untuk menyerbuki sel telur dalam hal ini disebut putik pada tumbuhan berbunga, polen atau spora biasanya akan terlepas sendiri-sendiri.

Beberapa hal yang harus diketahui pada polen atau spora adalah bentuk dan ukuran butir, tipe dan susunan apertur, jumlah apertur dan dinding pelindung polen yang biasa disebut structure dan sculpture.

Bentuk polen dan lokasi apertur sangat tergantung dengan polaritas polen, dimana hal ini ditentukan oleh orientasi spasial miospore pada tetrad dan hanya terlihat pada tahap tetrad. Garis polar pada setiap miospore terletak mulai dari kutub proksimal mengarah langsung ke pusat tetrad sampai pada kutub distal pada bagian diseberangnya. Bidang equatorial terletak pada tengah miospore tegak lurus dengan garis polar. Sehingga bidang ini membagi polen menjadi bagian proksimal dan distal. Isopolar merupakan polen yang terbagi dua bagian yang sama menjadi bagian distal dan proksimal, sedangkan heteropolar merupakan polen yang bagian proksimal dan distalnya berbeda.

tetrad1

Berdasarkan rasio perbandingan Polar dengan Equatorial (indeks P/E) yaitu panjang dari kutub polar dengan diameter bidang equatorial maka dapat dibagi menjadi beberapa bentuk polen (pollen shape) antara lain :

  • Oblate                                (panjang polar axis lebih kecil daripada bidang equatorial)
  • Spheroidal/isometric       (panjang polar axis sama dengan bidang equatorial)
  • Prolate                               (panjang polar axis lebih besar daripada bidang equatorial)

Berdasarkan ukurannya polen/ dapat dikelompokkan menjadi sangat kecil (< 10 nm), kecil (10-25 nm), sedang (26-50 nm), besar (52-100 nm) dan sangat besar (> 100 nm).

Lalu apa yang menyusun dinding polen dan spora sehingga menjadi sangat tahan terhadap asam, dinding luar (exine) polen tersusun dari bahan yang disebut sebagai sporopollenin. Dinding polen dapat dibagi menjadi dua lapisan besar yaitu lapisan luar disebut exine dan lapisan dalam intine yang tersusun atas selulosa dan pektin. Bagian penyusun dari dinding polen disebut dengan structure dan bagian luar yang berupa ornamentasi polen atau spora inilah yang disebut dengan sculpture.

Butir polen yang mempunyai 3 atau lebih apertur pada bidang equatorial disebut stephanoaperture sedangkan polen yang aperturnya tersebat secara merata disebut pantoaperture. Aperture adalah lubang atau celah tau bentuk yang sangat berbeda dengan uang ada disekitarnya yang berfungsi tempat germinasi. Bagian inilah yang sangat penting dalam pembedaan antara polen dan spora.

Pada spora aperture berbentuk seperti garis atau celah yang memanjang yang disebut lete. Aperture pada spora dapat berupa Alete (tidak ada apertur), monolete (mempunyai satu lete) dan trilete (mempunyai 3 lete). Sedangkan pada polen dapat berupa pore yaitu lubang berbentuk sirkular, colpus yaitu apertur yang memanjang (elongated) pada bidang equatorial atau global dan sulcus yaitu apertur yang memanjang yang terletak pada bidang distal. Apertur pada polen bisa satu jenis ataupun gabungan dari beberapa jenis yang telah disebutkan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*