Florschuetzia levipoli

Florschuetzia levipoli merupakan salah satu fosil yang dipakai sebagai fosil indeks umur pada penentuan lapisan batuan.  Florschuetzia levipoli merupakan nama fosil dari Sonneratia caseolaris (Sonneratiaceae). Beberapa peneliti menganggap Florschuetzia levipoli mulai muncul pada awal Miosen sampai Kuarter (Resen).  Tapi untuk Resen sering kali dipakai nama Sonneratia caseolaris.  Sonneratia caseolaris ini merupakan salah satu tumbuhan hutan mangrove atau backmangrove yang hidup di tepi pantai yang secara ekologis berfungsi sebagai penahan ombak dan abrasi pantai.  Tumbuhan ini hidup di daerah estuarin di sepanjang pantai Indo-Malesian.

florschuetzia levipoliDeskripsi dari Florschuetzia levipoli mempunyai satu buah butiran pollen (single grain); simetris radial; isopolar; prolate; pandangan polar sirkular sampai triangular membulat, kadang-kadang menonjol pada daerah ekuatorial.  Aperture triporate; bentuk sirkular; endexinous pada butiran yang terawetkan secara sempurna ditutupi oleh membran ectexinous; pore berukuran 2-8 µm tergantung ukuran butir.  Tebal dinding polen kira-kira 2 µm, umumnya bagian polarnya lebih tebal daripada bagian ekuatorialnya.  Bagian kolumela tidak jelas, butiran polen dengan ukuran 30-50 µm, dengan perbedaan ukuran yang semakin besar ke arah umur yang lebih muda, pada bagian kutub atas dan bawah  mempunyai cap psilate, ornamentasi verrucates kasar pada bagian ekuatorial dan  tidak mempunyai meridional ridge. Adanya bagian meridional ridge inilah yang membedakan fosil ini dengan Florschuetzia meridionalis.

Holotype : Slide TC-158, sampel lapangan Mq-1191, Kalimantan

Deskripsi dari Sonneratia caseolaris butiran berupa single grain dengan apertur berbentuk lubang berjumlah 3 buah (triporate) berukuran 4-8 µm; bentuk butiran polen prolate sampai subprolate dengan ukuran butir 30-60 µm; penonjolan dibagian ekuatorial lebih besar dibandingkan dengan bagian polarnya.  Butiran polen dari Sonneratia caseolaris sangat bervariasi ukurannya tapi karena bentuk dan ornamentasinya yang sangat khas sehingga dapat dengan mudah dikenali dan dibedakan dengan fosil lainnya.

Dalam penentuan umur batuan dan lingkungan pengendapan jenis polen ini dapat digunakan keduanya karena Florschuetzia levipoli merupakan salah satu tumbuhan penciri mangrove sehingga merupakan indikator untuk lingkungan transisi baik berupa delta ataupun estuarin.  Tetapi fosil ini mempunyai keterbatasan dalam penentuan umur sedimen yang dikarenakan sebagai tumbuhan mangrove sehingga hanya dapat berperan maksimal ketika kita bekerja pada sedimen-sedimen delta atau lingkungan transisi lainnya.  Ketika kita bekerja pda sedimen yang mempunyai lingkungan pengendapan lebih ke darat berupa fluvial ataupun lakustrine maka kita sangat sukar bahkan tidak mungkin menemukan fosil Florschuetzia levipoli.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*