Apa itu palynologi

Palinologi berasal dari kata “paluno” (Yunani) yang berarti debu, palinologist mengumpulkan sampel dari udara, air atau tanah seperti batuan sedimen dari berbagai umur. Sekarang definisi dari palinologi dapat diartikan sebagai ilmu tentang benda mikroskopik yang tahan terhadap asam hidroksida atau asam flourida, termasuk polen, spora, orbicula, dinoflagelata, acritarch, chitinozoa dan scolecodont.

Palinologi adalah ilmu yang mempelajari tentang polen, spora dan palynomorphs lainnya, baik yang masih hidup (actuopalinology) ataupun yang sudah memfosil (paleopalinology). Palinologi digunakan banyak aplikasi yang berhubungan dengan disiplin ilmu yang lain, contohnya geokronologi, biostratigrafi, paleoekologi dan perubahan iklim. Pada biostratigrafi sendiri palinologi digunakan untuk penentuan umur batuan sedimen, penentuan iklim dan lingkungan pengendapan bersama foraminifera dan nanofosil secara umum.
Polen dan spora yang sedikit jumlahnya dalam sedimen memerlukan alternatif yang lain untuk membantu menginterpretasi lingkungan pengendapan, dalam hal ini bahan material organik tahan asam selain polen dan spora. Bahan-bahan tersebut mempunyai pembahasan tersendiri dalam mengungkapkan dan memastikan kondisi ekologi dimana bahan tersebut tumbuh dan diendapkan sehingga analisis palinofasies sangat membantu dalam menginterpretasikan lingkungan pengendapan dimana hanya sedikit fosil polen dan spora yang ditemukan dalam sedimen.
Palinologi merupakan ilmu multidisiplin dari biologi, geologi, botani yang diaplikasikan dalam berbagai keilmuan yang berhubungan dengan Biostratigraphy dan geochronology, Palaeoecology and climate change, Limnology studies, Taxonomy (studi evolusi) ,Forensic palynology, Allergy studies, Melissopalynology dan Archaeological.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*